Bagaimana Sih Proses Pembuatan Manga Mingguan?

Bagaimana sih proses pembuatan manga mingguan? Pertanyaan tersebut balasannya terjawab sudah ketika saya selesai menonton serial Bakuman. Berkisah wacana sepasang anak muda yang bermimpi untuk menjadi mangaka profesional nomer satu di Jack (Shonen Jump), serial ini benar-benar mengupas tuntas prosesi pembuatan manga mulai dari penyusunan ide, hingga serialisasi. Gila susah dan berat banget prosesnya lho! 

Untuk kali ini kita berasumsi bahwa mangaka sudah mempunyai serialisasi di JUMP. Sehingga urutan prosesi pembuatan manganya secara garis besar menjadi menyerupai ini:

Biasanya seorang mangaka sudah mempunyai banyak stock gambar karakter.
Entah itu yang sudah masuk kisah atau abjad yang hanya sekedar digambar saja.
Setelah mendapat inspirasi cerita, mangaka akan menciptakan Name.
Yaitu coretan kasar yang berisi panel, kotak obrolan dan posisi gambar (Story board).

Seorang mangaka biasanya sudah menciptakan beberapa Name untuk beberapa chapter kedepan.
Name tersebut lalu dibawa untuk rapat dengan editor. Tiap mangaka mempunyai editornya masing-masing. Biasanya selama rapat tersebut, Editor akan menunjukkan masukan-masukan wacana cerita, posisi panel, atau yang lainnya. Jika editor dan mangaka sudah saling oke dengan dengan beberapa perubahan yang ada, maka akan dilakukan proses berikutnya. 
Name tersebut lalu mulai digambar memakai pensil.
Gambarannya masih berupa sketsa.
Gambar yang masih denah tersebut lalu ditebali memakai Pen (proses penintaan)
dan membersihkan sisa-sisa coretan pensil (white out).
Proses ini biasanya dilakukan oleh para sisten.
Selanjutnya yakni proteksi latar belakang, dan penulisan dialog.
Proses ini biasanya juga dilakukan oleh tangan kanan atas isyarat Mangaka.
Setelah selesai mengerjakan satu chapter. Manga tersebut akan diambil oleh Editor dan dibawa ke bab percetakan untuk diproduksi dan diterbitkan. Biasanya deadline-nya yakni 2-3 hari sebelum aktivitas penerbitan.

Bayaran untuk mangaka akan ditransferkan setiap bulan sekali. Jadwal gajiannya mungkin berbeda-beda tiap penerbit. Jumlahnya juga berbeda-beda tergantung tingkat popularitas manga. Gaji ini berbeda dengan royalti manga sesudah chapter manga diterbitkan dalam bentuk Volume.

Gaji bulanan tersebut biasanya akan dipakai untuk segala tetek benget prosesi pembuatan manga. Mulai dari pembelian kertas, dan alag gambar, hingga honor asisten.

Proses tersebut akan terus berulang-ulang tiap minggunya, selama manga masih diterbitkan dalam majalah mingguan.

Memang kini sudah masuk periode digital. Namun para mangaka hingga ketika ini masih terus menggambar secara manual.

Tiap Mangaka mempunyai caranya sendiri-sendiri dalam menciptakan manga. Ada yang tidak menciptakan Name, ada yang Name-nya hanya berupa tulisan, dan lain-lain. Namun secara garis besarnya yakni menyerupai di atas.

Karena setiap ahad dikejar deadline, ketika mulai kehabisan ide, mangaka mungkin akan hiatus sementara waktu. Untuk ketika ini rekor hiatus paling usang masih dipegang pengarang Hunter X Hunter, dimana pada tahun 2015 sama sekali tidak mengeluarkan chapter baru, padahal belum tamat.

Hiatus alasannya yakni kehabisan inspirasi itu masih mending. Beberapa mangaka bahkan hingga sakit alasannya yakni aktivitas kerja mereka yang gila-gilaan. Bahkan konon kabarnya beberapa manga yang hiatus aslinya dikarenakan sang Mangaka-nya kabur alasannya yakni stress dikejar deadline.

So... sesekali belilah manga volume kesayanganmu di toko buku terdekat ya guys. Syukur-syukur setiap volumenya kalian koleksi. Para mangaka sudah bekerja mati-matian demi 18 pages yang tiap ahad kita nanti-nantikan lho!!! ^_^

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bagaimana Sih Proses Pembuatan Manga Mingguan?"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel