Kapan Idealnya Si Kecil Disunat? Ini Klarifikasi Dokter

 Ada yang bilang sebaiknya sehari sesudah dilahirkan Kapan Idealnya Si Kecil Disunat? Ini Penjelasan Dokter

Ilustrasi anak laki - laki (Deposit Photos)

TABLOIDBINTANG.COM - Kapan waktu yang tepat anak disunat? Pertanyaan ini kerap muncul di pikiran orang tua. Ada yang bilang sebaiknya sehari sesudah dilahirkan, ketika berusia 8 hari, 30 hari, 5 tahun, atau sesudah lulus SD. Dalam masyarakat Indonesia, biasanya tradisi sunat dilakukan ketika anak menjelang puber, yakni antara usia 5 hingga 13 tahun. Di Jawa Barat misalnya, sunat dilakukan sebelum anak masuk SD. Keuntungannya, pembuluh darah pada organ vital masih kecil sehingga risiko perdarahan lebih sedikit dan lebih cepat sembuh. 

Sementara lebih banyak didominasi masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur, tradisi sunat dilakukan sesudah SD. Risikonya, proses pemulihan mencapai seminggu. "Kalau saya berpendapat, paling anggun anak disunat ketika usia di bawah 40 hari. Namun kadang dokter masih ragu, orang tuanya enggak tega alasannya anak terlalu kecil. Di Indonesia, sunatan itu dirayakan. Makanya menunggu anak agak besar jadi ada banyak teman yang sanggup diundang," urai dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Rumah Sunat dr. Mahdian Jakarta.

Dalam kajian medis, ada banyak manfaat sunat. American Academy of Pediatrics menyimpulkan manfaat sunat lebih besar ketimbang risikonya. Mahdian menyebut sunat bermanfaat untuk mengurangi risiko jerawat jalan masuk kemih. Kulit kulup bab dalam mempunyai sel-sel yang selalu memproduksi smegma kotor. Kalau laki-laki mandinya tidak higienis dan jarang membersihkan penis usai buang air kecil, lama-lama terjadi infeksi. Manfaat lain, mencegah terjadinya penyakit menular seksual tidak hanya bagi laki-laki tapi juga perempuan. 

"Pada laki-laki yang disunat, risiko terkena penyakit ini susut hingga 25 persen. Sunat juga memperkecil risiko kanker penis pada laki-laki dan kanker serviks pada wanita. Pada kasus tertentu laki-laki yang tidak sunat kulupnya menyempit sehinga kepala penis tak sanggup dikeluarkan. Ini menjadi problem tersendiri pada anak-anak. Kotoran tak sanggup dikeluarkan sehingga terjadi infeksi. Pada laki-laki cendekia balig cukup akal sperma susah dikeluarkan sehingga menghalangi acara seksual bersama pasangan," ujar Mahdian kepada tabloidbintang.com.

Mahdian menambahkan ada dua teknik anestesi yang harus dilakukan sebelum melaksanakan tindakan sunat, adalah infiltrasi dan block. Anestesi infiltrasi bertujuan menjadikan anestesi ujung saraf untuk menghilangkan rasa dikulit dan jaringan yang terletak lebih dalam. :Sementara anastesi block lebih baik daripada anastesi infiltrasi alasannya lebih tidak sakit. Hanya dengan 2 kali memasukan jarum,: terang Mahdian di Jakarta Pusat, belum usang ini.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi memungkinkan dukungan obat anestesi tanpa jarum. Teknologi ini disebut needle free injection yakni mengantarkan cairan obat ke dalam lapisan kulit masuk ke dalam jaringan subkutan tanpa penetrasi dengan kecepatan tinggi. "Kecepatan tinggi ini menghasilkan pancaran cairan sehingga obat sanggup berpenetrasi ke dalam kulit melalui lubang yang sangat kecil," pungkasnya.

(ray / ray)

Rekomendasi

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gosip Terbaru Hari ini, Kabar Artis Terkini - Tabloidbintang.com kurang lengkap baca artikel nya di samping https://ift.tt/2XJGj5k

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kapan Idealnya Si Kecil Disunat? Ini Klarifikasi Dokter"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel