[ Review Black Clover 168 ] Haruskah Si Ratu Tsundere Dikoplok Juga???




Manga Black Clover chapter 168 dimulai dengan tampilan Google Maps yang menunjukkan lokasi Asta, Yuno dan para penyihir lainnya yang sedang berperang di Clover Kingdom.

Dari Map tersebut karenanya kita tahu kalau posisi Licht ketika ini sudah sangat bersahabat dengan Istana kerajaan Clover.

Disusul Patri yang tampaknya mulai mencoba melaksanakan over laps dengan kecepatan cahayanya, sementara dibelakangnya, Megazord Black Bull pribadi melaksanakan overlaping masuk ke area kerajaan memakai sihir teleportasinya Valtos.

Yang menarik ialah posisi Yuno. Posisinya menyimpang dari keramaian. Nih anak kesasar nih!

Padahal di chapter 160, Yuno menyampaikan kalau ia mencicipi ada dua pancaran energi Elf di depannya. Sehingga ia tetapkan untuk menempuh jalan yang berbeda dengan Asta.

Tapi berdasarkan Maps yang ini, posisi Yuno malah terlihat paling jauh, baik dari Licht, Patri, maupun ibu kota kerajaan.

Apa yang sesungguhnya terjadi kepada Yuno. Mungkinkah di tengah perjalanannya ia dihadang reinkarnasi Elf yang sangat berpengaruh sehingga perjalanannya jadi terhambat?

Who knows.

Terlepas daripada itu, chapter kali ini sekali lagi menyajikan dongeng mundur ke belakang disaat awal-awal sihir reinkarnasi diaktifkan.

Makara apa yang diceritakan di chapter ini, secara timeline bersamaan dengan ketika Meleoleona bertarung melawan Rhya di markas Midnight Sun pada chapter 150.

Nah, dalam alur dongeng paralel ini, diceritakan apa yang terjadi kepada Yami Sukehiro, sehabis Patri berhasil mengalahkan Kaisar Julius.

Belum sempat Yami memindahkan badan Julius, sihir reinkarnasi sudah berhasil diaktifkan oleh Patri.

Dan Marx, yang disuruh Yami pergi mencari bantuan, tiba terlambat ke TKP bersama seorang tenaga medis kerajaan berjulukan Owen.

Namun itu bukanlah gosip buruknya. Ada yang lebih jelek dari itu.

Marx dan Owen tiba ke TKP bukan sebagai tenaga dukungan untuk menolong Kaisar Julius.

Keduanya tiba menemui Yami sebagai seorang reinkarnasi Elf yang ingin membalas dendam kepada umat manusia.

Meskipun dalam kondisi normal keduanya bukanlah tipe penyihir petarung, tetapi sehabis dirasuki jiwa Elf, keduanya bisa memanfaatkan jenis kekuatan sihir mereka masing-masing untuk bertarung.

Marx yang mempunyai sihir tipe komunikasi, jadi bisa memakai panah penghilang ingatan. Sementara Owen jadi bisa memakai sihir elemen airnya untuk membuat ubur-ubur air raksasa untuk menyerang lawan.

Setelah menunjukkan talenta terpendam mereka masing-masing di depan Yami dengan memperagakan bagaimana kekuatan sihir mereka bisa dipakai untuk melumpuhkan dua orang penyihir kerajaan, Marx dan Owen menantang duel si kapten Blackbull.

Tapi agaknya mereka sudah salah menentukan lawan.

Apalagi mereka hingga membuat Yami murka dengan menyampaikan ingin mencincang badan Julius di depan matanya.

Hal ini membuat Yami mempersingkat durasi pertarungan dengan pribadi mengoplok tengkuk kedua reinkarnasi Elf amatiran tersebut.

Dalam pertarungan ini, Yami menunjukkan beberapa jurus yang sebelumnya belum pernah ia tunjukkan.

Seperti kemampuannya menyerap panah sihirnya Marx dengan membuat semacam black hole dari tangan kirinya, serta variasi lain dari Dark Cloaked yaitu Avidya Reverse Back Strike yang dipakai untuk mengoplok Marx dan Owen sekaligus.

Bagi kalian yang masih belum paham apa itu teknik Dark Cloaked, akan kami jelaskan sebentar.

Dark Cloaked ialah teknik mengaplikasikan sihir kegelapan ke dalam Pedang. Sehingga Yami bisa menebaskan sihir kegelapan memakai pedangnya.

Atau perbandingan sederhananya ibarat melapisi pedang dengan Busho Haki.

Teknik semacam ini tidak lazim dipakai oleh seorang penyihir, alasannya biasanya para penyihir akan pribadi mengeluarkan elemen sihirnya dari mantra yang tertulis di dalam Grimoire.

Saat ini teknik semacam ini hanya diperagakan oleh Yami.

Nah, ada yang unik nih dari reinkarnasi Elf Owen dan Marx.

Jika kalian cermati, bentuk tribal tattoo di wajah Owen berbentuk ibarat mirip logo apotek atau dalam bahasa kedokterannya disebut Staff of aesculapius, sesuai dengan kemampuan sihir utama Owen dibidang penyembuhan.

Sementara tribal tattoo di wajah Marx ibarat mirip lambang kabel USB, sesuai dengan jurusan yang ia ambil dibidang komunikasi.

Sayangnya, K.O nya Marx dan Owen tidak membuat kesibukan Yami berkurang. 

Belum sempat santai menghabiskan sebatang rokoknya, musuh gres tiba menyerang.

Kali ini serangan mawar berduri siap mencabik-cabik badan dan perasaannya Yami.
 dimulai dengan tampilan Google Maps yang menunjukkan lokasi Asta [ REVIEW BLACK CLOVER 168 ] Haruskah si Ratu Tsundere dikoplok juga???

Kapten Skuad Blue Rose, Charlotte Roselei ternyata juga menjadi salah satu korban sihir reinkarnasi Elf yang diaktifkan oleh Patri.

Dan takdir unik membawanya bentrok dengan satu-satunya orang yang berhasil mencuri hatinya.

Pertarungan Yami dan Roselei niscaya bakalan unik nih, meskipun tampaknya juga tidak akan berlangsung lama.

Roselei yang memendam perasaannya kepada Yami, kali ini niscaya akan bertarung dengan kekuatan penuh alasannya tubuhnya sekarang berada di bawah kendali seorang Elf.

Tapi... entah kenapa kami yakin, nanti di tengah pertarungan, cinta monyetnya Roselei kepada Yami akan membuat Roselei bisa mengambil alih kembali kendali tubuhnya dari Elf yang merasukinya.

Meskipun demikian, sifat Tsundere-nya akan membuatnya tetap melanjutkan pertarungan melawan Yami hingga sesuatu yang heboh terjadi.

Piye menurutmu cah???

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "[ Review Black Clover 168 ] Haruskah Si Ratu Tsundere Dikoplok Juga???"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel