5 Hal Dalam Anime Yang Bikin Risih Akhir-Akhir Ini

Jelas, saya sangat suka nonton anime. Tapi tidak semua anime saya tonton. Karena akhir-akhir ini berdasarkan saya langsung arah isu terkini anime cenderung menuju hal-hal yang bikin risih. Setidaknya ada 5 Hal dalam anime yang bikin risih akhir-akhir ini, berdasarkan saya pribadi. Yaitu:

1. Terlalu Sadis
Ya, anime action memang keren. Saya suka genre anime ini. Tapi jangan sadis-sadis juga kali. Kalo cuma darah keluar alasannya ialah luka, it's OK lah. Tapi nggak terus proses menyayat, mencabik, apalagi hingga memenggal kepala ditunjukin prosesnya. Itu sangat sadis. 
Kalo liat Luffy, Kilua, Naruto, Ichigo, atau Natsu berantem rasanya keren gitu lihatnya. Penjahat dihajar hingga KO. Tapi kok anime-anime keluaran terbaru, bukannya menunjukkan sisi kerennya tapi malah menegaskan sisi sadisnya, gitu. Pesan akhlak emang masih ada, tapi kalo adegan-adegan sadis yang ditonjolkan, itu sama aja membangkitkan jiwa psikopat yang intinya sudah ada disetiap diri insan yang menontonnya. Menurut ilmu psikologi, bila kalian sudah merasa biasa aja liat adegan sadis, itu artinya kalian sudah jadi psikopat, guys. Itu bahaya!!!

2. Terlalu banyak Fans Service
Nonton anime action ada Oppai, anime game ada Oppai, anime masak, Oppai lagi. Dikit-dikit Oppai. Apa-apaan itu??? Sesekali muncul sih OK, tapi bila hampir setiap episode ada gituannya, itu bikin risih, cuy. Makara nggak terang itu anime untuk batas umur berapa.
Pada kenyataannya cewek Jepang itu Oppai-nya kecil, tapi kenapa di anime Oppai-nya kayak gitu??? Seolah-olah mereka ingin mengajarkan bahwa Oppai yang besar ialah daya tarik utama cewek. Atau mereka ingin mendoktrin kita untuk jadi sama mesumnya dengan isi kepala mereka? 
Asal tau aja ya guys, pemuda yang otaknya mesum itu justru malah susah ngobrol sama cewek!!! Matanya kemana-mana, pikirannya kemana-mana!!! Mau lu jadi pemuda kayak gitu??? Jomblo seumur hidup lu!!! Mentok kawin sama dakimakura!!!

3. Hubungan Kakak Adik abnormal
Mungkin tidak seintim hubungan kakak-adek dalam anime cabul, tapi bila hubungan kakak-adik jadi mesra banget ibarat orang pacaran, it's very very disgusting you know!!! Kakaknya nemu cewek, si adek cemburu. Adeknya dideketin cowok, si abang posesif. Jijik liatnya!!!

4. Pedophilia
Penggemar Loli niscaya nggak mau disebut pedophilia. Menurut mereka itu berbeda. Tapi bila terus abjad gadis kecil dibawah 14 tahun digambarkan begitu sensual, dieksploitasi bentuk tubuhnya yang masih gres bertumbuh, apa bedanya dengan pedophilia, coeg!!! "Itu cuma di dunia anime, nggak ada pengaruhnya di dunia nyata." Apanya yang nggak ada pengaruhnya!!! Dakimakura yang laris justru yang gambarnya loli yang disensualisasikan, bukan??? Gambar anak kecil dibikin sarung guling, diunyel-unyel... mau latihan jadi pedophil, lu!!!

5. Moe Everywhere
Bukan lagi kekuatan kisah yang disimak para anime lovers dikala ini. Yang digemari bukan lagi cerita-cerita anime yang kompleks, heroik, imajinatif, tapi lebih alasannya ialah karakter-karakter Moe-nya. Terus setiap anime berlomba-lomba menciptakan abjad moe yang unyu unyu untuk menarik penonton. Mungkin itu salah satu Moefikasi. Terus, apa bedanya dengan nonton Sinetron cuma alasannya ialah yang main Asmirandah tanpa peduli ceritanya cantik apa enggak,  coba!??

Demikian kritik dan warning dari kami. Jika hati kalian merasa panas sehabis membaca artikel ini, berarti kalian masih dapat diobati sebelum terjebak lebih jauh kedalam kepercayaan jelek di atas. 

Mungkin kalian tidak akan merasa didoktrin jadi jelek oleh anime-anime ibarat di atas, tapi coba lihat sekeliling kalian. Jika sobat kalian makin dikit, kalian masih jomblo meski dah layak nikah, sering bayangin yang senonoh, atau terpikir buat membunuh orang, berarti tanpa sadar kalian sudah jadi korban anime-anime ibarat di atas. Waspadalah!!! Waspadalah!!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5 Hal Dalam Anime Yang Bikin Risih Akhir-Akhir Ini"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel