6 Kebohongan Yang Tak Boleh Anda Katakan Pada Dokter

 Kebohongan yang Tak Boleh Anda Katakan pada Dokter 6 Kebohongan yang Tak Boleh Anda Katakan pada Dokter

Beberapa pertanyaan kerap diajukan dokter dikala Anda berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan Anda. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Beberapa pertanyaan kerap diajukan dokter dikala Anda berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan Anda. Ada pertanyaan yang bisa Anda jawab langsung. Namun tidak sedikit pertanyaan yang menciptakan Anda tidak nyaman, bahkan aib dan gengsi untuk menjawabnya. Sikap jujur dan apa adanya perihal kondisi Anda sesungguhnya diharapkan oleh dokter sebelum mengambil tindakan atas keluhan yang Anda rasakan. Berikut yakni beberapa kebohongan yang tak boleh dikatakan pada dokter Anda, yaitu :

1. “Saya minum obat dengan benar, Dok”

Anda mungkin lupa atau lalai meminum obat yang dianjurkan oleh dokter untuk diminum secara rutin, namun ketika ditanya dokter Anda enggan berkata jujur. Bagi Anda, mungkin sepele. Tidak bagi dokter. Memberikan gosip salah sanggup mempengaruhi dokter untuk menentukan lebih lanjut mengenai pengobatan Anda.

“Saya perlu tahu apakah pasien meminum obat dengan benar. Kalau mereka bilang iya namun ternyata tidak, berarti perkiraan saya obat yang saya berikan tidak bekerja. Ini sanggup menciptakan saya menentukan obat yang lain,” ujar Dr. David B. Agus, Direktur Lawrence J. Ellison Institute for Transformative Medicine, California, Amerika Serikat, di situs Gizmodo.

Jika Anda berbohong mengenai konsumsi obat, Anda sendiri yang rugi. “Jujurlah mengenai obat yang Anda minum atau tidak minum. Dengan demikian kita sanggup menentukan keputusan yang tepat bersama,” tambah Dr. David. Anda pun perlu jujur mengenai obat-obatan lain atau aksesori yang Anda konsumsi. Misalnya obat penghilang rasa sakit dan vitamin.

 Kebohongan yang Tak Boleh Anda Katakan pada Dokter 6 Kebohongan yang Tak Boleh Anda Katakan pada Dokter

(Depositphotos)

2. “Saya tidak makan dan minum apa-apa sebelum operasi ini”

Kapan terakhir Anda makan dan minum, pertanyaan tersebut selalu mampir sebelum Anda melaksanakan operasi. “Sangat penting bagi pasien untuk jujur mengenai asupan oral terakhir makanan atau minuman alasannya yakni sanggup mempunyai konsekuensi yang signifikan berkaitan dengan rencana anestesi (pembiusan) mereka. Pasien untuk operasi terjadwal harusnya dalam keadaan perut kosong,” terperinci M. Fahad Khan, tangan kanan profesor anestesiologi di NYU Langone Medical Center, AS.

Masalahnya, ketika pasien ditidurkan melalui anestesi, sfingter esofagus bab bawah (katup yang menghubungkan kerongkongan ke perut) akan rileks. Selama periode relaksasi, ancaman jikalau terdapat makanan dalam perut alasannya yakni sanggup naik ke verbal dan masuk ke dalam trakea (tenggorokan) sampai ke paru-paru. Setelah di paru-paru, materi makanan tersebut bisa mengakibatkan peradangan dan bahkan perkembangan pneumonia atau radang paru-paru.

3. “Saya tidak minum minuman beralkohol”

Mengaku bahwa Anda mengonsumsi minuman beralkohol tidaklah mudah. Tidak jarang ada di antara Anda mengaku hanya mengonsumsi sedikit alkohol. “Tidak melaporkan jumlah alkohol yang Anda minum hanya akan menunda diagnosis dan pengobatan," ujar Dr. Harriet Hall. Agar tidak terjadi salah diagnosis sampai pengobatan yang diberikan, lebih baik Anda jujur mengenai jumlah alkohol yang Anda konsumsi.

 Kebohongan yang Tak Boleh Anda Katakan pada Dokter 6 Kebohongan yang Tak Boleh Anda Katakan pada Dokter

(Depositphotos)

4. “Saya tidak merokok”

Banyak perokok yang takut untuk mengakui kepada dokter bahwa mereka mempunyai kebiasaan jelek yang sangat berisiko bagi kesehatan. Terlebih kebiasaan tersebut disembunyikan dari keluarga. Jika dokter tahu Anda merokok, dokter sanggup merekomendasikan investigasi lebih lanjut dan evaluasi. Setelah itu menetapkan kegiatan investigasi yang lebih ketat untuk mengungkap penyakit yang bekerjasama dengan merokok ibarat kanker, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), dan jantung. Perlu diingat, dokter sanggup membantu Anda menghentikan kebiasaan itu sebelum terlambat.

5. “Saya olahraga teratur dan rujukan makan saya sehat”

Pola hidup tidak sehat ibarat jarang berolahraga dan makan sembarangan sanggup mengakibatkan kolesterol tinggi, gula darah naik, dan juga tekanan darah tinggi. Saat hal tersebut terjadi, jangan kemudian menyalahkan stres di kawasan kerja atau stres di rumah. Jujurlah bahwa Anda jarang berolahraga dan tidak mengonsumsi makanan yang sehat.

Menurut Dr G. John Mullen, terlalu banyak pasien mencoba untuk terdengar tepat di depan dokter mereka. “Kita semua tahu diabetes dan penyakit jantung problem besar di negara-negara maju,” katanya dilansir dari Gizmodo. Olahraga dan diet merupakan metode terbaik untuk mengalahkan penyakit tersbeut. Karena itu, jujurlah dan dapatkan tip hidup sehat dari dokter Anda.

6. “Iya Dok, saya mengerti, kok”

Ada beberapa hal yang gotong royong Anda kurang mengerti ketika berkonsultasi dengan dokter, Namun alasannya yakni aib bertanya, Anda anggap sudah mengerti. Padahal kemampuan Anda untuk mengingat dan mengetahui dengan terperinci perihal apa pun yang diinstruksikan dokter sangatlah penting. Sebagai pasien, bertanyalah lebih lanjut mengenai hal yang dijelaskan atau istilah-istilah kedokteran yang mungkin Anda tidak mengerti. Tak perlu malu, apalagi Anda bukan andal di bidang kedokteran. J Sarah/ Gizmodo, webmd

Rekomendasi

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gosip Terbaru Hari ini, Kabar Artis Terkini - Tabloidbintang.com kurang lengkap baca artikel nya di samping https://ift.tt/2xKFNp9

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "6 Kebohongan Yang Tak Boleh Anda Katakan Pada Dokter"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel