Contoh Menciptakan Cerpen Dengan Tema Cinta Sejati

Cerpen (Cerita Pendek) ialah sebuah kisah yang dibungkus dengan kata dan menceritakan sebuah bencana yang tidak begitu panjang. Bahkan hanya beberapa lembar kertas saja untuk sebuah cerpen. Sebab itulah kenapa disebut cerpen, lantaran cerpen ialah kisah pendek.

Namun meski kisah namun cerpen tidak dapat mempunyai kisah yang panjang dan bahkan hanya beberapa paragraf saja, sehingga inilah yang menciptakan cerpen begitu disukai oleh pembaca.

Karena memilik kisah yang pendek dan alur yang terang dengan titik puncak yang pendek sehingga kita yang suka membaca akan pribadi dapat menghabiskan kisah hanya dalah beberapa menit bahkan tidak hingga 1 jam hanya untuk 1 cerpen.

Namun cerpen secara harfiah dapat dijelaskan, berikut ialah pengertian Cerpen.

Pengertian Cerpen

Cerpen yaitu diantara ragam karya sastra yang menandakan perihal suatu kisah dan kisah mengenai insan disertai seluk beluknya via artikel singkat atau pendek.

Pengertian cerpen lainnya yaitu suatu karangan fiktif yang isinya menceritakan mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang akan dibahas dengan singkat dan berkonsentrasi cuma pada satu tokoh.

Nahh itulah cerpen berdasarkan Wikipedia, kali ini kami akan berikan pola cerpen. Namun Cerpen kali bukan dengan seputar Persahabatab atau perihal sekolahku, tapi akan mempunyai tema Cinta Sejati.

Beginilah cerpen dengan tema Cinta Sejati.

Contoh Cerpen dengan Tema


"Cinta Sejati"


Cinta sejati. Kalian yakinkah perihal hal itu ? Konon katanya "Cinta Sejati" dipunyai oleh masing masing orang ? Cinta yang menurutnya benar-benar bagus dan dapat bikin orang yang mengalaminya berubah menjadibahagia ? Mitos cinta sejati yang berulang ulang mengaum di hati ini.

Kuamati pigura putih yang ada di tepi daerah tidurku. Saya tersenyum dikala melihat benda yang berada pada pigura itu. Bukanlah satu buah foto atau lukisan. Cuma sebuah kertas lusuh.

Kertas catatan PKN yang dulunya saya robek dari buku punyanya 3 tahun yang dahulu di waktu ada program perpisahan SMP. Dia tak sekali malahan tahu jikalau saya telah merobek buku catatan milikinya. Pun, kemungkinan beliau tak pernah kenal saya. Aku hanya salah satu dari ratusan fansnya yang berada di sekolah.

Dia tidaklah termasuk pekerja seni. Dia hanya seorang siswa yang berparas ganteng serta cerdas yang berguru di sekolahku ketika waktu itu. Dia termasuk kaya dan berbakat di bidang olahraga. Pun, Sifatnya yang dingin tersebulah yang jadi energi tarik sendiri bagi para wanita, terlebih lagi saya.

Tapi, dapat dibilang, saya tak menyerupai itu memperlihatkan diri jikalau saya benar benar suka kepadanya. Aku juga tak pernah bersapa ataupun menegur beliau ketika lagi berpapasan. Aku hanya menyukainya lewat membisu.

Justru, robekan catatan PKN hal yang demikian saya pungut dengan membisu-membisu agar kenanganku bersamanya konsisten ada ketika saat di sekolah. Aku lagi lagi senyum ketika menatap robekan kertas itu. Orang cakap, apa saja itu, jikalau memang ndeso sekalipun, jadinya beliau akan konsisten kembali lagi dan lagi. Dan saya benar benar percaya jikalau pada suatu hari nanti kita niscaya bertemu kembali.

Kemudian kukeluarkan kertas itu dari bingkainya. Kupeluk secara mesra, dan ku ajak kertas itu untuk senyum dan ngakak bareng.

Sungguh gila, konyol, memang. Setelah puas dengan hal yang kulakukan hal yang demikian, saya kemudian menaruhkannya kertas itu kembali ke dalam frame yang berada atas meja belajarku.

Dan …

Syuuuuttt …

Kertas itu keluar dari jendela dan beterbangan dihembuskan oleh para angin bertiup dan jatuh di perkarangan. Dengan bersegera saya keluar dari rumah dan lari mengejar kertas itu . Kertas itu yaitu hanya satu-satunya barang yang dapat bikin saya selalu mengingatnya.

Ketika saya sedikit lagi meraihnya, angin lagi lagi bertiup menyerupai itu pesat membawa kertas hal yang demikian. Aku benar benar dongkol. Alhasil saya kejar terus kertas itu.

Ketika saya hendak memungutnya kembali, kertas hal yang demikian diinjak oleh seseorang. Lalu orang hal yang demikian meraih kertas hal yang demikian. Tapi menyerupai itu saya konsisten masih merasa dongkol ketika mengetahui jikalau kertas hal yang demikian diinjak seseorang. Dengan dongkol Aku masih melihat jalur berdebu dan agak naik pitam.

“Ohh, mulai tadi kau lagi mengejar kertas ini ya ?” ujar orang hal yang demikian. Aku masih mengetahui Bunyi bariton hal yang demikian, kemudian saya menengok dan melihat wajah dari yang punya bunyi ini.

NYESS…

Loh, di diakan? Dia kan yang punya kertas yang saya robek itu ?A Angga. Laki-laki keren, tampan, dan cendekia itu … Bagaimana beliau dapat disini ?

“Maaf. Aku ketika itu diam membisu merobek buku kamu.”

“Tidak apa apa kok Shafira. Sungguh deh, tak apa-apa. Sebab saya sering kali juga diam membisu mengambil foto kau waktu itu.” Akunya kepadaku ? Dia.. kok tau namaku ?

“Foto ?! membisu-membisu ?”

“Lebih menawan kita nostalgianya di taman saja yuk.” Ujarnya disertai mengatur tanganku menuju taman.

Aku benar benar tak percaya dengan hal yang saya alami dan lihat. Rupanya Fotoku selama ini berada di dompet Angga ?

“Aku dahulu betul-betul suka dengan kau Shafira. Sebab kau yaitu satu-satunya perempuan yang tak sekalipun menyapaku ketika di sekolah. Kau benar benar dingin dan saya betul-betul suka hal itu.” Ujarnya dibarengi dengan tersenyum.

“Ketika lalu, saya benar benar berkeinginan mempunyai kesempatana untuk mengetahui kau lebih dalam lagi dan dapat jadi pacar kamu. Tapi apa energi, hanya berada di bersahabat kau saja saya telah merasa menyerupai itu gemeteran pada ketika itu. Ditambah lagi dapat berdiskusi dengan kau kayak ketika ini.

Serta saya tahu kok bahwa kau yang merobek bukuku. Cuma saja saya berupaya akal-akalan tak tahu saja. Aku justru senang sekali jikalau kau ketika itu merobek kertas ini. Sebab dengan menyerupai itu berarti, kau sama juga suka kan dengan saya ? Ayo ngaku saja!” Ujar Arya disertai dengan senyuman malu.

“Jujur saja saya masih merasa keder berkeinginan berkata apa..”

“Kau percaya tak dengan true love ?”

“True love ? memangnya itu apa ?” tanya saya.

“Awalnya saya benar benar ragu, melainkan pada malam ini saya sungguh percaya akan true love bahwa itu memang ada. Aku telah menemukan True love dan sekarang telah berada di depan saya. Aku suka dengan kau Shafira.” Ujar Arya.

“Will you be My True love, Shafira ?” Ujar Arya.

Benarkah beliau mengungkapkan perasaannya didepan saya? tak sadar saya lantas saja mengungkapkan “Yes I Will.”

Percaya atau tak, itulah faktanya. Cinta sejati adakala dapat tiba lewat sendirinya. Sejauh apa saja, cinta sejati dapat menemukan jalannya lagi dan lagi agar kita jumpai.

Mungkin kisah ini terlihat pendek sekali bukan, ya memang dengan yang namanya cerpen terang hanya menceritakan secara singkat namun mempunyai jalan kisah yang cukup padat dan gampang untuk dipahami.

Inilah kelebihan dari cerpen itu yang mana akan lebih gampang untuk dibaca dengan waktu yang realtif singkat. Memang tak semua orang suka membaca cerpen, namun bagi kau yang suka dengan hal-hal yang cepat serta ingin kisah yang simple maka Cerpen cocok untuk kamu.
Sumber http://sidikul.blogspot.com/

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Contoh Menciptakan Cerpen Dengan Tema Cinta Sejati"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel