Kumpulan Puisi Untuk Ibu Dan Ayah Tercinta : Sedih, Senang, Tawa Dan Bahagia

Kumpulan puisi, sebagai salah satu materi dalam pelajaran disekolah. Jelas puisi yaitu sebuah materi yang cukup gampang dan menyenangkan untuk dipelajari. Namun dikala kami masih berada di sekolah, kami mencicipi bahwa materi puisi dan pantun yaitu materi yang cukup sulit untuk kami terima.

Sehingga kami sering sekali mendapatkan ocehan bahkan pukulan dan cubitan dari guru-guru kelas kami. Namun pada beberapa kemudian kami berguru kembali materi ini, dan ternyata cukup gampang untuk menciptakan puisi itu.

Nahh pada kesempatan ini berikan kami waktu untuk membantu kau dalam menciptakan puisi untuk ayah dan ibu kamu. Karena kami yakin bahwa akan ada moment dimana kau disuruh untuk menciptakan puisi untuk ayah ibu.

Mungkin sederhana menyerupai ini bentuk puisi untuk ayah dan ibu.
Ini hanyalah rujukan saja untuk kau dalam menciptakan puisi.

Kumpulan Puisi untuk Ibu dan Ayah Tercinta

Sedikit puisi untu ayah dan ibu kamu, mungkin ini yaitu puisi yang sederhana dan kurang akan kosa kata yang baik dan benar. Namun kau bisa membawakan ini untuk ayah dan ibu kau tercinta.

Puisi Ibu dan Ayah – Biarkan Aku Menulis Puisi

Rasa rindu pada Ibu dan Ayah, tak sedikit dari kita yang menyalurkannya melalui bait demi bait puisi.

Maka berikut ini yaitu perihal ungkapan seorang anak yang mengenangkan keindahan kenangan Ibu dan Ayahnya.

Biarkan Aku Menulis Puisi
Biarkan saya menuliskan puisi,
Karena dalam puisi
Aku mengabadikan kebaikanmu.

Biarkan saya menuliskan puisi,
Agar tercurah segala rasa
Entah rindu ataupun kasih sayang.

Hari ini hatiku begitu bahagia
Mengenangkan segalanya.
Bahwa saya memiliki seorang ibu
Yang selalu memperhatikan diriku.

Aku punya seorang ayah
Yang tiada berhenti berjuang
Agar kami semua bahagia.

Setiap pengorbanan
Setiap usaha
Tidak akan kami sia-siakan.

Kenangan Di Malam Sunyi
Seringkali saya terbangun
Di malam hari nan sunyi.

Dan kudengar lamat-lamat
Suaramu – Ibu – melantunkan
Ayat-ayat suci. Betapa meneduhkan.

Suara itu merayap
Ke penjuru rumah.
Memberikan ketentraman ke dalam hati kami.

Kini gres kutahu,
Bahwa terjaganya dirimu
Di malam, bermunajat kepada-Nya,
Melantukan firman-firman-Nya...

Adalah doamu semoga anak-anakmu
Menemukan kebahagiaan di dalam hidupnya.

Ibu,
Betapa indah kenangan itu.

Itu yaitu puisi untuk ibu dan ayah yang simple dan gampang dalam kau contoh. Sebab puisi untuk ibu bisa saja kau buat dengan hati bisa juga dengan fotocopy.


Namun tidak persoalan memang dari mana kau bisa menciptakan puisi, namun yang terpenting yaitu bagaimana kau menciptakan ibu dan ayah kau menjadi seorang yang kau pantaskan.

Kemudian untuk kau adalagi ini puisi ayah ibu dengan tema yang berbeda.

Puisi Ibu dan Ayah – Ibu, Engkaulah Pahlawanku

Berikut ini merupakan puisi perihal jasa-jasa Ibu dan Ayah. Karena begitu banyak jasa, maka Ibu dan Ayah tentunya mendapatkan banyak pahala.

Karena banyaknya pahala, maka mereka berdua disebut pahlawan.

Ibu, Engkaulah Pahlawanku
Sendiri berjuang,
Menghidupi diriku dan mendidiku,
Ibu – begitu besar jasamu.

Aku melihat
Kelelahan di sudut matamu,
Aku melihat keletihan di raut wajahmu.

Namun engkau selalu
Menyembunyikannya dariku.

Aku tahu
Kadang kita menghadapi
Masa-masa yang begitu sulit.

Tapi engkau selalu berkata,
'Tenanglah, semuanya baik-baik saja.'

Ibu, engkaulah pahwalanku.

Ibu, Ketabahanmu Itu
Jika mengingatmu,
Hanya kebaikan yang kuingat.

Engkau yang menggenggam tanganku, kemudian berkata:

"Jangan takut. Kita akan melewati semua ini."

Engkau
Setenang Gunung tinggi,
Sedalam samudra dalam,
Dan seluas padang pasir.

Begitulah ketabahanmu, Ibu.

Menurut kau apa puisi diatas lebih cantik dari puisi sebelumnya? Mungkin iyaa, alasannya yaitu memang dengan tema yang tepat serta isi yang cantik dan pembawaan yang baik akan bisa menciptakan pembacaan puisi menjadi lebih menarik dan apik.

Sehingga dengan isi yang hanya sederhana, namun dengan pembawaan yang tepat bisa membuta penonton menjadi terbawa suasana sehingga kau akan terlihat lebih cendekia dalam membacakan puisi.

Kali ini ada lagi nih puisi yang berbeda mungkin dengan tema yang tidak jauh berbeda. Kita simak saja berikut:


Untukmu Ayah – Terimalah Diriku


Ayah, yaitu nama yang menggambarkan kerja keras. Kadang ia pergi jauh demi menafkahi keluarga.

Kadang ia harus pergi seharian, bekerja di luar dan pulang di malam hari. Semua itu semoga keluarganya tidak kekurangan apa-apa.

Terimalah Kehadiranku
Ayah, terimalah kehadiranku.
Karena setiap sambutanmu
Adalah kebahagiaan dalam jiwa.

Setiap kasih sayangmu
Laksana elusan hangat
Di punggungku yang menciptakan hatiku dipenuhi ketenangan.

Ayah,
Ajarilah diriku
Mensyukuri setiap nikmat
Yang Ia anugerahkan kepadaku.

Didiklah hatiku,
Agar memaafkan segenap yang berjulukan kesalahan.

Warisanmu
Bukan harta yang engkau berikan,
Tapi apa yang kau berikan jauh lebih berharga.

Engkau mewariskan
Ketekunan, disiplin, dan kedermawanan.

Dan itulah yang membuat
Kami di hari ini memetik setiap warisan berhargamu itu.

Aku Tahu, Ayah Mencintaiku...

Aku tahu pelukanmu
Tak sehangat pelukan Ibu.

Tapi setiap kerja kerasmu,
Telah memelihara diriku
Dari setiap kesulitan.

Aku tahu begitu sulitnya
Menghadapi kehidupan.

Namun engkau tak pernah lelah
Memperjuangkan kebahagiaan
Bagi setiap anak-anakmu.


Aku Rindu

Walau engkau telah tiada,
Namun jasamu hadir di lubuk hatiku.

Kutaburi doa tulus
Agar engkau diampunkan
Dan diberi rahmat.

Aku rindu
Pada hangat tanganmu
Saat mengelus pundakku,
Seolah engkau berkata,
“Beranilah hadapi dunia.”

Meski engkau telah tiada,
Jasamu selalu hadir di tengah-tengah kami.

Ibu, Doakan Diriku
Doa yaitu senjata. Kita semua membutuhkan doa. Dengan doa sesuatu yang susah bisa menjadi mudah.

Dengan doa, segala yang tidak mungkin mungkin saja terjadi. Oleh alasannya yaitu itu, kita membutuhkannya. Terlebih doa dari Ibu. Karena doa Ibu sangat makbul.

Telah Senja Usiamu

Ibu
Telah ringkih tulang-tulangmu
Saksi bagaimana kuatnya perjuanganmu
Untuk menjaga kami terhindar dari segala bentuk kesulitan.

Kini
Telah senja usiamu.
Kau tak lagi bisa bekerja menyerupai dahulu.

Tapi
Setiap nasehatmu
Begitu berharga dan mengendap sampai ke dalam dada.

Doamu
Yang tak pernah berhenti
Untuk anak-anakmu taburan hujan
Yang menyuburkan jiwa-jiwa kami.

Kini
Tibalah giliran kami
Untuk menjaga dan merawatmu.
Kami yang harus membalas
Jasa-jasamu.

Ibu,
Doakan juga untuk kami,
Untuk selalu berbakti padamu.

Doakan Diriku
Doakan diriku...
Agar dimudahkan
Menggapai cita-cita.

Agar bahagia
Di setiap hari-hari
Yang kujalani.

Doakan diriku
Untuk kebahagiaan
Akhirat dimana saya akan kembali.

Dengan doamu
Mudah-mudahan saya kan berkumpul lagi bersamamu kelak di akhirat, dalam bahagia.

Kasih Sayangmu
Kasih sayang Ibu dan Ayah pastilah sangat besar. Kasih sayang itu yang mengingatkan setiap anak pada masa-masa bahagianya.

Maka berikut ini yaitu puisi-puisi indah yang menceritakan kasih sayang Ibu ataupun Ayah. Cobalah baca dengan baik. Semoga bisa menjadi wangsit bagi kita.

Kuingat Kasih Sayangmu
Sepanjang perjalananku,
Tak terasa begitu jauh saya berjalan.

Di setiap perjalanan itu,
Ada kasih sayangmu, wahai Ibu.

Aku ingin selalu
Bersamamu: mencicipi kebahagiaan yang tiada habisnya.

Semoga dan senantiasa
Kasih sayang Allah menyertaimu
Sebagaimana engkau menyanyangiku
Di waktu kecil.

Nahh itu ia 3 puisi terbaik untuk ayah dan ibu tercinta. Mungkin dari sekian itu akan kau temua kisah sedih, senang, tawa, senang dan lain sebagainya. Sehingga kau jangan berpikir sulit lagi akan menciptakan puisi untuk ayah dan ibu.
Sumber http://sidikul.blogspot.com/

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kumpulan Puisi Untuk Ibu Dan Ayah Tercinta : Sedih, Senang, Tawa Dan Bahagia"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel