Perlunya Membangun Ikatan Emosional Dengan Anak Semenjak Dalam Kandungan

Perlunya Membangun Ikatan Emosional dengan Anak Sejak Dalam Kandungan Perlunya Membangun Ikatan Emosional dengan Anak Sejak Dalam Kandungan

ilustrasi (depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ikatan emosi atau emotional bonding antara orangtua dan anak tidak sanggup muncul dengan sendirinya, tanpa ada pendekatan yang dilakukan orangtua.

Akan tetapi, banyak orang belum memahami benar cara dan upaya apa saja yang sanggup dilakukan demi membangun ikatan emosi dengan anak semenjak dini. Tak mengherankan, sebab ilmu bagaimana menjadi orang bau tanah yang baik memang bukan ilmu niscaya yang sanggup Anda peroleh di kursi sekolah.

Psikolog Dra Rustika Thamrin PSi, CBT, CHt, CIPSi, pernah memaparkan betapa pentingnya menjalin ikatan emosi dengan anak semenjak dalam kandungan dan apa saja yang harus Anda lakukan demi membangun korelasi emosi yang besar lengan berkuasa dengan anak.

Mengapa membangun emotional bonding dengan bayi sangat penting?
Masa kehamilan ialah ketika paling menakjubkan bagi ibu dan bayi. Dari sini, Anda sanggup mulai membentuk sifat dasar dan kecerdasan anak Anda. Meski belum sempurna, janin sanggup mendengar, merasakan, dan merespons kondisi yang terjadi di sekitarnya. Saat merasa bahagia, badan Anda akan mengeluarkan hormon endorfin yang mengalir dalam darah dan membuat perasaan nyaman bagi janin. Di samping itu, ada korelasi yang sifatnya psikologis.

"Ketika si ibu mengandung dan sangat menginginkan kehadiran bayinya, maka ia akan menawarkan perlakuan spesial. Si ibu niscaya mau melaksanakan apa saja yang terbaik untuk bayinya. Saat itu, pikiran bawah sadar si anak sudah bekerja. Apa yang dikatakan dan dilakukan si ibu akan membentuk sifat dasar anak, juga membangun ikatan emosi besar lengan berkuasa dengan sang anak," terang Rustika.

Perlunya Membangun Ikatan Emosional dengan Anak Sejak Dalam Kandungan Perlunya Membangun Ikatan Emosional dengan Anak Sejak Dalam Kandungan

Dok. tabloidbintang.com

Lakukan metode komunikasi efektif 
Langkah ini sanggup dilakukan dengan cara: dengan menjadi pendengar aktif atau dengan message. Menjadi pendengar aktif, berarti Anda memberikan dialog yang sifatnya mengundang kisah anak. Bisakah hal ini diterapkan pada janin yang bahkan belum sanggup bicara?

Bisa. Contohnya, Anda sanggup melaksanakan dialog ringan menyerupai berikut, "Adik sedang apa di dalam? Oh, sedang main-main ya, Nak? Hebat, ya anak Mama sudah sanggup tendang-tendang. Oh, adik mau jadi pemain bola?" Sedangkan pendekatan message memakai sudut pandang orang pertama dalam bertutur.

Bisakah ayah ikut membangun ikatan emosi dengan bayi?
Seorang ibu mempunyai keistimewaan untuk mengandung janin selama sembilan bulan. Sedangkan si ayah bertugas menjadi pelindung dan berjaga sewaktu-waktu. Lalu, apakah jalinan emosi yang besar lengan berkuasa hanya sanggup diperoleh ibu? Tidak. Ayah pun sanggup membangun korelasi emosional dengan bayi dalam perut ibu. Komunikasi intensif yang dilakukan sang ayah dengan janin dalam perut juga menawarkan stimulasi rasa nyaman bagi si bayi.

"Si ayah juga sanggup melaksanakan hal yang sama dengan ibu. Mengajak janin mengobrol dan melaksanakan pembicaraan secara intensif akan membuat orangtua sanggup mencicipi keberadaan si bayi dengan nyata, begitu pula sebaliknya. Aktivitas bersama antara ayah, ibu, dan bayi membuat suasana kebersamaan, kenyamanan, dan kebahagiaan yang juga dirasakan bayi di dalam perut," papar psikolog alumni Universitas Indonesia ini.

Apa saja yang sanggup dilakukan supaya terjalin ikatan emosi yang baik dengan bayi?
"Emotional bonding tidak sanggup didapat secara otomatis. Harus tetap ada upaya untuk membentuknya. Benar, si ibu mengandung bayi selama sembilan bulan di rahimnya, akan tetapi jikalau tidak pernah ada upaya berkomunikasi dan melaksanakan pendekatan, tidak akan terbentuk ikatan emosi yang bagus. Bayangkan saja kalau kita berada satu ruang kerja dengan seseorang yang tak pernah mengajak kita bicara, apa mungkin ada perasaan akrab dan nyaman berada dengan orang itu? Pasti tidak," urai Rustika.

Untuk itu, ada beberapa hal sederhana yang sanggup Anda lakukan untuk membangun keterikatan emosi yang besar lengan berkuasa dengan anak. Anda yang sedang hamil atau punya istri yang sedang hamil, sanggup mulai melaksanakan hal-hal berikut sedini mungkin.

Lakukan dialog secara intensif dengan janin. Ceritakan kegiatan sehari-hari Anda, beri tahu hal apa saja yang ada di sekitar Anda, dan libatkan janin Anda dalam setiap kegiatan melalui obrolan.

Pelihara cara berpikir positif. Perasaan positif, gembira, dan semangat membuat alam bawah sadar janin menerima energi positif pula. Ini akan membentuk anak menjadi anak yang ceria nantinya.

Tunjukkan bahwa Anda, juga orang-orang sekeliling Anda sangat menginginkan keberadaannya.

Tetap bersosialisasi dan lakukan acara beragam. Bertemu dengan banyak orang, merasa senang berada di akrab orang-orang baru, nantinya membuat anak Anda tidak canggung berhadapan dengan orang asing.

Sering-sering mengelus perut. Tunjukan kasih sayang dan perhatian Anda lewat sentuhan-sentuhan lembut di perut Anda. Biasanya si bayi merespons dengan melaksanakan gerakan atau tendangan kecil. Ini mengambarkan ia merasa nyaman. Tentunya, Anda juga sanggup meminta suami melaksanakan hal sama.

(riz / gur)

Rekomendasi

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gosip Terbaru Hari ini, Kabar Artis Terkini - Tabloidbintang.com kurang lengkap baca artikel nya di samping https://ift.tt/2XO57sZ

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perlunya Membangun Ikatan Emosional Dengan Anak Semenjak Dalam Kandungan"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel