Review Kuroko No Basket Season 3 Episode 3

Kuroko No Basket season 3 Episode 3 dimulai dengan kilas balik Haizaki sesudah dikeluarkan dari tim basket Teiko. Melihat beberapa orang sedang main basket Haizaki merasa tertarik untuk ikut bermain guna mencuri teknik-teknik mereka. Kemampuannya yang di atas atas rata-rata membuatnya dengan gampang mempecundangi mereka.
 dimulai dengan kilas balik Haizaki sesudah dikeluarkan dari tim basket Teiko Review Kuroko No Basket season 3 Episode 3

Para pemain basket tersebut kalah telak dan tak berdaya di tangan seorang anak SMP. Mereka kemudian mengira bahwa Haizaki yang ketika itu mengenakan seragam Sekolah Menengah Pertama Teiko sebagai salah satu Kiseki No Sedai. Mendengar kata "Kiseki No Sedai", Haizaki menjadi semakin muak dengan Tim Basket Teiko, sebab sesudah kepergiannya anggota reguler Tim Basket Sekolah Menengah Pertama Teiko menerima julukan sebagai Kiseki No Sedai yang semua orang sangat mengaguminya. Haizaki pun berniat untuk merebut titel itu.

Kembali ke pertandingan Kaijo vs Fukuda Shogo. Haizaki berada di atas angin. Kise terlihat tak berdaya, menyerupai ketika dikalahkan Haizaki waktu di Sekolah Menengah Pertama dulu dan cewek barunya direbut. Selain faktor mental, tidak banyak yang menyadari bahwa Kise juga mengalami cedera sesudah pertandingan mautnya melawan Too Gakuen ketika Interhigh.

Kagami merasa geram melihat Kise yang terlihat begitu lemah. Namun Kuroko lebih dulu berdiri, ketika ia hendak berdiri untuk meneriaki Kise. Seolah mempunyai pikiran yang sama dengan Kagami, Kuroko berteriak dengan lantang bahwa Kise niscaya bisa mengalahkan Haizaki.

Mendengar teriakan Kuroko tersebut, Kise kembali ingat akan janjinya untuk melawan Seirin di semifinal. Kise pun berdiri dari keterpurukannya. Seolah menggertak balik, Kise menyampaikan bahwa pertarungan mereka kali ini bukanlah perihal perebutan Titel atau balas dendam masa lalu, melainkan ada hal yang jauh lebih penting yang mengharusnya untuk menang. Yaitu akad bertarung dengan Seirin di semifinal.

Tidak hanya menggertak dengan kata-kata. Saat pertandingan dimulai kembali. Saat semua orang berfikir bahwa Kaijo akan melaksanakan serangan balik melalui serangan tim. Kise melaksanakan serangan yang sangat tidak terdua. Kise eksklusif melaksanakan Shooting yang tidak biasa. Shooting jarak jauh yang mematikan ala Midorima.

Semua orang terkejut menyaksikannya. Tidak hanya para penonton. Haizaki pun begitu terkejut melihat fakta bahwa Kise bisa menggandakan teknik milik Kiseki No Sedai lainnya yang Haizaki sendiri tidak pernah bisa mencurinya.

Pertandingan quarter ke-4 memasuki 5 menit terakhir. Kebangkitan Kise menciptakan pertandingan menjadi milik Kaijo sepenuhnya. Amukan Kise masih berlanjut. Kali ini ia menyerang dan menyarangkan bola dengan teknik tembakan tak beraturan milik Aomine.

Hal itu menciptakan Haizaki menjadi semakin murka. Haizaki menjadi semakin tidak memperdulikan lagi teman setimnya. Bola yang dipassing ke si botak direbutnya. Dibawanya sendiri bola ke depan dan menyarangkannya ke ring dengan teknik Scoup Shoot milik si botak. Haizaki sudah gila, bahkan teknik teman satu timnya sendiri pun dicurinya. Namun usahanya tersebut dimentahkan oleh Kise dengan teknik blocking Murasakibara. Haizaki menjadi semakin gila.

Kini Haizaki sudah tidak perduli lagi dengan pertandingan. Jika mengalahkan Kise yaitu sesuatu yang mustahil, maka ia berniat menghancurkan Kise dengan pelanggaran. Mengetahui bahwa salah satu kaki Kise cedera, Haizaki berniat mengincarnya. Dengan membabi buta, Haizaki dengan sengaja menginjak kaki Kise yang cedera tersebut. Karena pergerakan yang terlalu cepat, wasit tidak bisa melihat pelanggaran yang dilakukan oleh Haizaki.

Namun ternyata itu tidak cukup untuk menghentikan amukan Kise. Sekali lagi, dunk Haizaki berhasil digagalkan Kise dengan teknik blocking Murasakibara. Seolah tidak mencicipi sakit pada kakinya, Kise dan Kaijo melaksanakan serangan balik terakhir mereka. Dunk dari Kise menutup pertandingan dengan skor 75 -75 untuk kemenangan Kaijo. Kise berhasil menepati janijnya kepada Seirin, dan berhasil menandakan bahwa ia memang pantas menjadi salah satu pemegang nama Kiseki No Sedai.

Haizaki masih belum puas. Usai pertandingan, ia bermaksud mencegat Kise di luar stadion. Namun niatnya tersebut keburu diketahui oleh Aomine. Kedua preman jalanan ini pun harus berhadapan satu lawan satu, tetapi kali ini bukan untuk duel basket.

Aomine memperingatkan Haizaki untuk tidak mengganggu Kise dan para pemain yang lain lagi. Namun Haizaki tidak mau menghiraukannya, malahan bersiap memukul Aomine. Namun, apa mau dinyana, yang preman jalanan bukan cuma Haizaki. Aomine pun sudah terbiasa dengan perkelahian jalanan. Satu pukulan keras Aomine dengan telak mengenai wajah Haizaki dan membuatnya tersungkur tak sadarkan diri. Emang dasarnya Aho-mine. Setelah memukulnya, Aomine malah gundah harus berbuat apa. Hingga hasilnya ia menentukan untuk segera minggat dari kawasan tersebut, membiarkan Haizaki tergeletak di tanah.

Setelah sadarkan diri, tampaknya Haizaki mulai sadar bahwa dirinya bahwasanya menyayangi basket. Dia ingat ketika dulu Kuroko mencegahnya memperabukan semua hal yang bekerjasama dengan basket yang ia miliki. Saat itu ia mengabaikannya. Namun kali ini, niatnya untuk membuang sepatu basketnya, ia urungkan. Sepertinya ia sudah sadar, bahwa di dalam lubuk hati yang terdalam, ia menyayangi Basket. Dan ia tidak ingin berhenti bermain Basket.

Selengkapnya, silahkan dilihat sendiri anime-nya di :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Review Kuroko No Basket Season 3 Episode 3"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel